06 Desember 2012

Saling Membutuhkan

Harian Los Angeles Times, 20 November 1988, melaporkan sebuah insiden. Seorang wanita terperangkap dalam sebuah mobil, dan menggantung pada sebuah sisi jalan tol Los Angeles Timur.

Wanita itu sungguh beruntung, karena pada akhirnya bisa diselamatkan oleh para pengemudi yang pagi itu melintas di jalan tol tersebut, bersama-sama dengan petugas pemadam kebakaran dan pengemudi truk derek, yang semuanya berjumlah dua puluh lima orang.

Mereka semua bersusah payah mengupayakan keselamatan wanita tersebut, dimulai dengan mengambil tambang dari salah satu mobil mereka, mengikat belakang mobilnya, menjulurkan sebuah tangga dari truk pemadam kebakaran untuk menstabilkan posisi mobil, dan pada akhirnya mengikatkannya pada truk derek, serta menariknya keluar dari pembatas jalan tol.

Namun sungguh lucu dan sedikit menjengkelkan dalam peristiwa itu, sebab pada saat semua orang bersusah payah berusaha untuk menolongnya, wanita tersebut justru berteriak-teriak “Biar saya kerjakan sendiri! Biar saya kerjakan sendiri!”

Padahal, mana mungkin ia bisa melakukan sendiri, sedangkan dua puluh lima orang saja bersusah payah mengupayakan pertolongannya dengan berbagai alat berat selama dua setengah jam? Tetapi, itulah kenyataan yang terjadi.

Sepertinya wanita tersebut merasa sama sekali tidak membutuhkan pertolongan orang lain. Bukankah hal itu juga yang sering terjadi di tengah-tengah kita? Ya, ada banyak orang yang begitu sombong untuk mengakui bahwa dirinya membutuhkan orang lain.

Padahal, siapakah kita? Bukankah kita adalah makhluk yang begitu lemah dan penuh dengan keterbatasan, sehingga kita pasti membutuhkan sesama kita?

Maka dari itu, tentunya kita perlu menyadari akan keberadaan kita tersebut. Artinya, marilah kita mengakui dengan segala kerendahan hati, bahwa di dalam hidup ini kita membutuhkan orang lain.


Kita diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, tetapi saling bergantung satu dengan yang lain. Sebuah nasihat yang sangat relevan dan berlaku bagi kehidupan kita, yaitu: kita harus senantiasa bertolong-tolongan menanggung beban ataupun pergumulan sesama kita.

Di saat orang lain membutuhkan pertolongan kita, kita harus siap sedia dan segera menolongnya. Pada saat yang lain, ketika kita mungkin diperhadapkan pada pergumulan-pergumulan hidup, kita juga bersedia menerima pertolongan. —Pdt. David Nugrahaning Widi

Tidak seorang manusia pun yang mampu hidup tanpa orang lain.

* * *

Sumber: KristusHidup.org, 6/12/2012 (diedit seperlunya)

Judul asli: Engkau Kubutuhkan

==========


Artikel Terbaru Blog Ini