13 Januari 2013

Bahasa Kasih

Seorang teman saya yang bersuamikan seorang dokter memberi komentar tentang pekerjaan suaminya, Kris. “Pasien Kris banyak dan dia melayani setiap pasiennya paling cepat setengah jam, tapi lebih banyak dari mereka yang konsultasi dan minta nasihat. Dia lebih tepat jadi konselor daripada dokter umum.”

Kris adalah pendengar yang baik, sangat ramah dan bersahabat, sabar, orang senang berkomunikasi dengan dia. Jadi di samping mengobati penyakit, dia juga mengobati hati dan jiwa pasiennya. Kata orang penyakit juga sering disebabkan oleh pikiran kita, banyak masalah, kecemasan, atau rasa khawatir yang berlebihan.

Saya jadi teringat seseorang yang sangat saya kagumi, Dada J.P. Vasmani, seorang filsuf India dan pengkhotbah tentang perdamaian. Wajah dan senyumnya memancarkan kelembutan, damai, dan kasih. Ia begitu ramah dan sederhana, orang yang mendengar dia berbicara mendapatkan kembali rasa percaya dirinya, memperolah kekuatan dan ketegaran, walaupun sedang menghadapi masalah dan cobaan.

Menjalin suatu komunikasi yang didasarkan atas bahasa kasih adalah sangat penting. Apa pun pekerjaan kita, mungkin yang paling penting adalah bagaimana perkataan kita bisa membantu orang lain berbahagia dan merasakan kasih yang memberikan kekuatan untuk menjalani hidup ini.


Firman Tuhan berkata: “Kasihilah sesamamu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri.” Kita lahir dari kasih dan kita hidup karena kasih, dan sebagai orang yang dikasihi Tuhan, kita pun harus menebarkan kasih itu untuk orang lain melalui perbuatan, perkataan, juga senyum kita.

Salomo (Nabi Sulaiman) mengajarkan kepada kita bagaimana menggunakan lidah kita, karena perkataan yang kita pakai mempunyai kekuatan untuk melukai atau menyembuhkan.

“Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah. Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya!” ~Salomo

Bagaimana kita dapat menjadi berkat bagi orang lain melalui perkataan kita? —Irene Talakua

* * *

Sumber: KristusHidup.org, 13/1/2013 (diedit seperlunya)

Judul asli: Language of Love

==========


Artikel Terbaru Blog Ini